Jangan ragu klik disini
Mari kita main GealGeol Asyiiik.. dapet duit
Selasa, 22 Desember 2009
Minggu, 13 Desember 2009
Wisata Budaya
Budaya Indonesia
Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Wana Wisata
Wana Wisata Sukamantri terletak kurang lebih 10 km dari pusat kota Bogor ke arah barat daya. Sayangnya jalan sepanjang +/-3 km mendekati lokasi objek wisata ini bisa dibilang telah rusak cukup parah. Bentuk jalan yang berbatu-batu dan bergelombang, telah cukup membuat mobil yang ditumpangi bergoyang kiri-kanan laksana sebuah perahu dilautan lepas. Belum lagi terkadang lebar jalan yang ada cukup sempit untuk dilalui oleh dua buah mobil, sehingga bila berpapasan dengan kendaraan lain harus benar-benar menepi hingga ke bahu jalan yang ditumbuhi semak belukar, atau mundur kebelakang hingga ke bagian jalan yang cukup lebar. Kontur jalan yang menanjak, praktis membuat kecepatan kendaraan berkisat antara 4 - 7 km/jam.
Meskipun kondisi jalan yang cukup memperhatikan tersebut, ternyata cukup banyak orang yang berkunjung kesana. Kalangan pencinta alam tampak mendominasi jumlah pengunjung, disamping itu juga beberapa lembaga universitas dan perkantoran juga ikut meramaikannya. Semuanya menyebar keberbagai sudut area pekemahan, ditandai dengan berbagai macam jenis dan ukuran tenda yang telah didirikan.Berkemah di Sukamantri nampaknya memang menyenangkan. Buang jauh-jauh kesan bahwa untuk mencapai lokasi perkemahan, pengunjung mesti berjalan dulu beberapa kilometer sambil memanggul beban berat dipunggung. Jarak antara lokasi perkemahan dengan areal parkir kendaraan bermotor roda dua/empat hanya beberapa puluh meter saja, yang itu berarti pengunjung bisa membawa perbekalan sebanyak-banyaknya didalam mobil dan mengambilnya sewaktu-waktu saja bila diperlukan. Tentunya isi tenda bisa menjadi lebih lapang dan lega karena tidak perlu menyimpan perbekalan didalam tenda.
Beberapa fasilitas dasar seperti kamar mandi, warung penjaja makanan dan masjid tersedia pula disana, sehingga wisatawan yang berkunjung tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan cara pemenuhan kebutuhan fisiologis. Hamparan rumput yang hijau, pohon-pohon yang rimbun/rindang dengan udara yang dingin menyegarkan serta pemandangan kota bogor dari ketinggian lebih dari 800 meter, memberikan kesan damai yang jauh dari hiruk-pikuk kebisingan hidup perkotaan.Bosan hanya berada di area perkemahan ? Cobalah masuk ke hutan yang berada disebelah utara dari kawasan ini. Pepohonan lebat dan lembab diiringi sesekali kicauan burung akan membawa anda untuk melupakan sejenak rutinitas sehari-hari dunia kerja. Jalan tanah setapak, sesekali terhalang oleh dahan pohon yang merunduk rendah atau tumbangan pohon, ditambah dengan air yang bening dingin dan segar mengalir perlahan diantara bebatuan sungai, menambah kesan alami.
Tak jauh masuk kedalam hutan pengunjung akan menemukan air terjun yang bernama Suryakencana. Dengan tinggi kurang-lebih 10 meter dan debit air yang tidak terlalu besar, memancing diri untuk sejenak berbasah-basah maupun mandi menikmati dibawah limpahan airnya. Boleh dibilang terdapat tiga air terjun di kawasan ini. Selain air terjun Suryakencana yang terletak paling hulu dari bagian sungai, juga terdapat dua air terjun lain setelahnya. Untuk mencapainya bisa dilakukan dengan berjalan mengikuti aliran sungai, hingga menemukan sebuah air terjun kecil dengan ketinggian sekitar 5 meter dan sebuah air terjun lain, dimana pengunjung akan berada pada bagain atasnya. Harap waspada bila ingin berjalan di tepi tebing untuk melihat bagian dasar dari air terjun ini, karena bebatuan yang licin oleh lumut bisa membahayakan keselamatan anda.Dengan sederet fasilitas yang ada, bagi anda yang suka dengan aktivitas outbond atau perkemahan, tentunya cukup menyenangkan untuk mengunjungi object wisata ini, terlebih bagi mereka yang "malas" untuk bersusah payah membawa perbekalan atau memikirkan pemenuhan kebutuhan fisiologis saat berkemah.
PENGOBATAN GRATIS DARI SERUM BISA ULAR (SHCI)






